Beranda Kesehatan Penderita DBD Melebihi Tahun Lalu

Penderita DBD Melebihi Tahun Lalu

0
BERBAGI

Kediri,  Jumlah penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Kediri mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun lalu tercatat jumlah penderita DBD sebanyak 276 orang. Sedangkan saat ini menjelang akhir tahun, tercatat sebanyak 328 kasus DBD yang tersebar di tiga kecamatan Kota Kediri dengan seorang penderita meninggal dunia. Data yang dihimpun Koran Memo, kasus DBD terbanyak terjadi di Kecamatan Mojoroto dengan jumlah penderita mencapai 166 orang. Sedangkan, dua kecamatan lainnya yakni Kecamatan Pesantren dengan jumlah penderita 64 orang dan Kecamatan Kota 98 kasus DBD.

Curah hujan tinggi disertai cuaca yang tidak menentu menjadi penyebab utama, penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti mudah menyebar dan cepat berkembang. Apalagi ditambah faktor lingkungan dengan banyaknya genangan air membuat nyamuk itu mudah berkembang biak. Namun, untuk saat ini, mayoritas penderita berasal dari virus yang ditularkan nyamuk aedes albopictus yang persebarannya berasal dari lingkungan luar. “Kalau aedes aegypti itu biasanya berasal dari dalam rumah, sedangkan aedes albopictus berasal dari luar rumah,”jelas Hendik Supriyanto, Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri.

Hendik menambahkan, siklus puncak persebaran penyakit DBD biasanya terjadi pada bulan Januari hingga Maret. Namun pada tahun ini lantaran kondisi curah hujan yang tidak menentu menjadikan persebaran penyakit DBD berkembang begitu pesat. Kendati demikian, menurut Hendik kejadian ini bukan merupakan kejadian luar biasa (KLB). Sebab, lanjut Hendik, satu penyakit dinyatakan KLB bila jumlah kasus yang terjadi lebih dari dua kali lipat dari kasus di bulan yang sama pada tahun sebelumnya. “ Lha sampai saat ini kan hujan terus, padahal bukan musimnya. Jadi bisa dikatakan puncaknya. Semoga saja tidak sampai kejadian luar biasa (KLB),”kata Hendik.

Sejauh ini, gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) masih merupakan solusi efektif mencegah penyebaran DBD. Untuk itu peran serta aktif seluruh lapisan masyarakat diperlukan untuk menggelar PSN secara rutin. “Semisal membersihkan bak mandi secara rutin, sebab kalau sudah 7 hari nyamuk itu sudah bisa terbang. Jadi ya, minimal 5 hari lah idealnya baru dibersihkan genangan air itu,”ujar Hendik saat dikonfirmasi Koran Memo, Jumat (23/12).

Selain itu, perlunya wawasan masyarakat untuk mengetahui sejak dini indikasi penyakit DBD. Hal itu untuk mencegah lagi timbulnya korban dan sebagai upaya untuk memberantas nyamuk mematikan itu. “Harus berbarengan antara petugas dan masyarakat agar hasilnya optimal,”jelasnya.

Sebagai pencegahan dini serta edukasi kepada masyarakat, Hendik menyebutkan telah tersebar kader juru pemantau jentik (jumantik) di setiap rukun tetangga (RT) di Kota Kediri yang akan memberikan penyuluhan dan sosialiasi kepada masyarakat. “Ada sekitar 1800, kader yang tersebar. Nanti setiap bulan, mereka akan melaporkannya kepada Dinkes,”pungkasnya.(ase)

Sumber : koranmemo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here