Beranda feature Rela Blusukan dan Menguras Kamar Mandi Tetangga

Rela Blusukan dan Menguras Kamar Mandi Tetangga

0
BERBAGI

Kisah Kader Jumantik

Sebagian orang memandang  keberadaan kader juru pemantau jentik (jumantik) dengan sebelah mata. Jangankan diminati, dilirik sajapun tidak. Namun semua itu tidak berlaku bagi ibu rumah tangga (IRT) di RW 09 Kelurahan Burengan Kota Kediri. Dipelopori oleh Rini Dyah, ibu-ibu aktif menjalankan tugasnya sebagai Kader Jumantik.

Penilaian warga yang masih kurang terhadap keberadaan kader jumantik seolah berbanding terbalik dengan fungsi penting yang diembannya. Pasalnya seperti diketahui, kader jumantik berperan vital dalam upaya pemberantasan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Apalagi saat bertugas, kader jumantik harus rela menjalankan prosedur dengan pengorbanan yang besar. Salah satunya kader jumantik rela memeriksa kamar mandi tetangga untuk memastikan ada tidaknya jentik nyamuk penyebab DBD.

Mereka harus blusukan di rumah orang lain untuk memantau jentikjentik nyamuk membahayakan itu. Tindakan edukatif yang mereka sampaikan kerap kali diabaikan sehingga mereka mengambil tindakan dengan menguras kamar mandi itu. Meskipun terbilang aneh menguras kamar mandi tetangga, namun hal itu dilakukan semata mata untuk mencegah serta menyelamatkan nyawa banyak orang. Tak dapat dipungkiri, banyak orang meninggal dunia salah satunya disebabkan oleh nyamuk aedes aegypty, penyebab demam berdarah. “Kalau sudah diperingatkan 3 kali kok tetap, ya kami mencotohkannya dengan menguras kamar mandinya langsung,”imbuh Rini yang sudah tergabung menjadi kader jumantik sejak 2001 itu.

Tak hanya itu, awal bertugas,  kader jumantik sering mendapat cibiran orang, menemui hal-hal yang diluar dugaan, hingga memberikan teguran keras dengan menguras kamar mandinya secara langsung. “Tahu sendirikan mas, kamar mandi untuk apa. Jadi sudah biasa lah. Namun lama-lama mereka hafal jadwal untuk survei sehingga jika kami datang kondisi kamar mandi selalu bersih. Misal dari pakaian yang bergelantungan,”ujarnya sembari tertawa.

Meskipun demikian, mereka tak jera menjalankan tugas sebagai kader jumantik. Mereka menganggap banyak manfaat selama mereka menjadi kader. Tak hanya terbatas tentang penyakit demam berdarah serta penyebabnya, mereka juga bisa bertukar pikiran mengenai resep makanan. “Jadi kita banyak mengobrol tentang hal lainnya saat kita mengemban tugas. Maklumlah namanya juga ibu –ibu,”imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Mutinah, warga RT 03/ RW 09 kelurahan setempat. Dia mengatakan, sangat menikmati tugasnya sebagai kader jumantik lantaran dapat memberikan manfaat secara langsung pada masyarakat “Ini kan tindakan nyata yang kita lakukan,”jelas ibu dua anak yang bertugas sebagai kader jumantik sejak 2010 itu.

Begitu pula yang dirasakan Endang Sutartini yang memulai menjadi kader jumantik sejak 2010 tersebut. Menurutnya, usai melaksanakan aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga, dia langsung dengan semangat melaksanakan tugasnya untuk memantau jentik di rumah tetangga. “Kegiatan ini kan sebulan dilaksanakan 4 kali. Jadi usai masak, langsung tugas memantau jentik nyamuk,”jelas kader jumantik di RT 02. (angga prasetya)   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here