Beranda feature Suka Duka Kepala Stasiun KA, 21 Tahun Tidak Pernah Merasakan Libur Lebaran

Suka Duka Kepala Stasiun KA, 21 Tahun Tidak Pernah Merasakan Libur Lebaran

0
BERBAGI

f-Andi KA Stasiun Kediri (2)Feature – Hari raya Idul Fitri merupakan waktu yang paling ditunggu-tunggu oleh umat muslim di Indonesia. Di hari itu, mereka dapat berkumpul dengan sanak keluarga, maupun teman di kampung halaman. Namun, ada sejumlah orang yang memang karena melaksanakan tugas profesinya hingga belum sempat berkunjung ke rumah keluarga untuk bersilaturahmi dan merayakan lebaran. Salah satunya, Andy Febry, Kepala Stasiun Kereta Api Kediri.
———————————————–

Selasa (4/7), Andy Febry masih sibuk melakukan pengecekan baik dari pengecekan tiket penumpang hingga memantau arus mudik gratis dengan kereta api (KA) yang disediakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Seolah tak kenal lelah, Andy terus memantau guna memastikan pemudik aman dan nyaman sampai tempat tujuan.

Andy Febry mengatakan meski sering membantu orang lain mudik, sejak 21 tahun yang lalu, dia justru belum menikmati rasanya mudik lebaran. Praktis, selama puluhan tahun itu, dia belum merasakan sensasi berdesak-desakan dengan pemudik lain, maupun menahan amarah karena terjebak kemacetan, hingga kesulitan mencari jalur alternatif yang paling cepat menuju rumahnya di Desa/Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang Jawa Timur.

“Pengennya bisa bertemu sama keluarga di rumah. Apalagi kalau lebaran gini semua keluarga saya berkumpul di Klakah. Tapi karena sudah tugas ya disyukuri saja, kepuasan tersendiri rasanya meski tidak mudik tapi bisa mengantarkan orang lain bertemu dengan keluarganya di kampung halaman,” katanya.

Kepuasan itulah yang membuat ayah dua anak ini memantapkan hatinya untuk mengabdi kepada negeri. “Tekad saya sudah bulat untuk mengabdi kepada negeri. Kalau sudah masuk dilanjutkan saja, total kita berikan seluruh jiwa raga ini,” katanya.

Andy Febri memang sudah bercita-cita bisa bekerja di bidang perkeretaapian sejak kecil. Setiap pagi Andy Febri menyempatkan duduk-duduk di sekitar rumah untuk melihat KA yang melintas. Saat malam, suara kereta Api menjadi pengantar tidurnya. “Waktu masih kecil saya sangat senang duduk-duduk di belakang rumah sambil melihat kereta api lewat. Hingga suatu ketika muncul keinginan saya untuk bertugas di perkeretaapian,” kenang pria kelahiran 14 Februari 1977 tersebut.

Cita-cita itu akhirnya terwujud setelah mendapat informasi dari petugas Stasiun Klakah jika ada rekruitmen pegawai baru pada tahun 1996. Karier Andy dimulai dengan menjadi Petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api di Stasiun Klakah dekat rumahnya pada bulan Juni 1996. Selang beberapa tahun, Andy dipindah tugaskan ke Stasiun Jember untuk menjadi petugas Pengendali Kereta Api. Berlanjut menjadi Kepala Stasiun pertama kali di Stasiun Leces Probolinggo dan sempat menjadi Kepala Sub bagian Pengendali Kereta Api di Stasiun Jember.

“Dari situ saya terus berpindah-pindah mulai dari menjadi Kepala Stasiun di Stasiun Kalibaru, Stasiun Probolinggo, Stasiun Karangasem, Stasiun Banyuwangi Baru, dan saat ini Kepala Stasiun Kediri sejak April tahun kemarin,” ungkapnya.

Semua itu dilakukan Andy Febri dengan ketulusan hati hingga harus bertahun-tahun berada jauh dari istri dan kedua anaknya. Namun, Andy punya cara tersendiri untuk membuat keluarganya rela berjauhan dengannya yakni dengan memberi pengertian kepada istri dan kedua anaknya atas tugasnya tersebut. “Selain pengertian yang pasti pendapatan,” kelakar Andy Febri.

sumber : koranmemo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here