Tabrak Mahasiswi, Supir Truk Sampah DLH Nunukan Coba Hilangkan Jejak Dengan Membuang Jasad Korban

WIRAnews.com, NUNUKAN – Jasad seorang mahasiswi di Politekhnik Negeri Nunukan Kalimantan Utara Balandina Ulfa (21) ditemukan di semak belukar di tengah kebun singkong yang ada di Sedadap Nunukan Selatan dalam kondisi mengenaskan, Rabu (28/4/2021) sekitar pukul 23.00 WITA.

Bagian belakang kepala korban pecah dan bersimbah darah, jasadnya yang mulai dikerumuni semut merah, ditutupi daun pisang dan beberapa batang singkong.

‘’Dia ditabrak truk sampah DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Nunukan, bukannya dibawa ke rumah sakit tapi malah dibuang. Hewan saja kalau tertabrak kita pungut, kita kubur. Kenapa ini malah dibuang oleh pelaku,’’ tutur paman korban, Gradus Tahan Tokan (52) emosional, Kamis (29/4/2021).

Gradus menceritakan, Ulfa adalah pribadi yang rajin dan penuh semangat. Meski sudah menikah dan memiliki putri berusia 10 bulan, ia masih berusaha melanjutkan studinya.

Ulfa mengambil mata kuliah teknologi pengolahan hasil perikanan dan duduk di semester 6.

Untuk membiayai kuliah dan menambah penghasilan keluarga, Ulfa juga bekerja di kantor gabungan dinas 1 Kabupaten Nunukan.

PENUTURAN PAMAN KORBAN

Kejadian maut bermula saat Ulfa telah menyelesaikan pekerjaannya sebagai office girl di Gadis 1.

‘’Bensin motornya habis, dia menelpon bapaknya minta diantarkan bensin. Tapi belum sempat dijawab, tiba-tiba terdengar suara ‘brak!!!’ dan terdengar teriakan laki-laki. Setelah itu handphone mati dan tidak bisa lagi dihubungi,’’ katanya.

Khawatir dengan kondisi putrinya, apalagi hari sudah gelap karena masuk waktu Maghrib, ayah Ulfa bernama Edmundus Neno, berupaya menyusul putrinya.

Alangkah kagetnya dia ketika di pinggir jalan dalam blok perkantoran gadis 1, ia hanya menemukan sepeda motor putrinya yang ringsek dan terdapat bekas darah cukup banyak.

‘’Panik dia, pergi dia ke Puskesmas ndak ada, ke rumah sakit ndak ada. Dia hubungi keluarganya semua minta bantu cari,’’ lanjutnya.

Pencarian dilakukan bersama Polisi. Kebetulan ada keluarga korban yang memiliki anak sebagai polisi dan menghubungi anggota Satlantas dan Reskrim.

Di tengah jalan berjarak 1 km dari kantor Gadis, ditemukan mobil truk dengan nomor Polisi KU 8022 P yang terperosok. Keluarga korban menemukan bercak darah pada bagian depan ban mobil.

‘’Dari situ kita pencar masuk kebun. Kita datangi gubuk kosong, kami lewati semak belukar alang alang. Lalu kita melihat banyak pohon singkong patah, kita ikuti dan sampailah kami di pinggir kebun penuh semak. Kami dapati jenazah Ulfa di pinggir sungai, ditutup daun pisang dan mukanya sudah banyak semut merahnya,’’ lanjut Gradus.

DIBAWA BERPUTAR PUTAR PELAKU.

Kasat Reskrim Polres Nunukan, AKP.Marhadiansyah Tofiqs Setiaji, mengatakan, pelaku saat ini sudah diamankan Polres Nunukan tidak lama setelah jenazah ditemukan.

‘’Kejadian sekitar 18.30 dilaporkan pukul 21.00 WITA. Terduga pelaku adalah supir truk DLH bernama KL, usianya sekitar 50 tahun warga Sedadap Nunukan Selatan,’’ ujarnya.

Dari keterangan KL, ia sama sekali tidak sengaja melanggar korban. Kondisi jalan di blok perkantoran Gadis 1 cukup gelap, ia sendiri terkejut saat melihat yang tertabrak olehnya terkapar bersimbah darah.

Dalam kondisi panik dan khawatir dihakimi massa, KL meminta tolong orang untuk membantu menaikkan korban ke jok depan untuk segera dilarikan ke Puskesmas.

‘’Tapi begitu di jalan, dia kebingungan dan berubah fikiran. Dia bawa korban berputar-putar mencari lokasi sepi. Dari pengakuan pelaku, korban masih terdengar mengerang lemah menahan sakit saat itu,’’ jelasnya.

MENCOBA HILANGKAN JEJAK.

Marhadiansyah juga mengaku bingung dengan ulah KL. Entah setan apa yang merasukinya, begitu Ulfa benar-benar terdiam dan tidak lagi ada suara, ia lalu berniat menghilangkan jejak.

Baca Juga:  Gumolung Bonte, Salah Satu Legenda Dunia Pendidikan Nunukan Purna Tugas

Ditengah paniknya, ia berputar kembali menuju lokasi kejadian. Saat itu ia hilang konsentrasi dan mobil truck yang ia kendarai terperosok sebagian di selokan pinggir perkebunan.

Sudah kepalang tanggung, KL berinisiatif membuang Ulfa jauh ke tengah kebun. Jenazah ia tutup dengan daun pisang di antara semak belukar. Ia lalu kembali ke lokasi kejadian, dan berusaha menimbun bekas darah korban dengan pasir.

‘’Diduga pelaku juga mencuci mobilnya yang banyak terkena darah korban. Kita masih dalami masalah itu,’’ kata dia.

Unit Reskrim masih melakukan olah TKP dan mengkaji pasal yang akan disangkakan bagi KL bersama Satlantas Nunukan.

‘’Kita masih koordinasi untuk sangkaan pasalnya. Apakah ini masuk LLAJ atau Kriminal umum, pendalaman kasus juga masih kita lakukan,’’ katanya.

Reporter : Viqor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.