Masyarakat Nunukan Masih Keluhkan Kelangkaan LPG Subsidi

- Jurnalis

Kamis, 22 April 2021 - 23:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIRAnews.com, NUNUKAN “ Masyarakat kabupaten Nunukan Kalimantan Utara masih mengeluhkan kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi 3 Kg. Anggota DPRD Nunukan, Hj. Nikmah mengatakan, LPG subsidi untuk masyarakat miskin ini terus menjadi persoalan, padahal terhitung Maret 2021, pemerintah kabupaten Nunukan sudah mewajibkan konsumen untuk membawa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), atau Surat Keterangan Hasil Usaha (SKHU) bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ketika hendak membelinya. ˜’Dalam reses yang saya lakukan di Sebatik, masih banyak sekali masyarakat mengeluh susah dapat LPG subsidi itu. Kita juga heran, kuota untuk kabupaten Nunukan itu sekitar 20.000 tong. Kemana itu semua?,”ujarnya, Rabu (21/4/2021). Masalah LPG subsidi diakui selalu menjadi persoalan di tengah masyarakat. DPRD bersama instansi pemerintah bahkan sudah berkali kali melakukan hearing untuk mencari solusi persoalan tersebut. Namun sejumlah upaya yang dilakukan seakan kandas dan tidak berbekas. Keluhan yang sama kembali terulang, lagi, dan lagi. ˜’Saya katakan masalah LPG subsidi ini fenomena yang jadi misteri. Karena permasalahannya itu-itu saja. Padahal kalau kuota sudah cukup” tegasnya. Selain keluhan LPG subsidi, Nikmah juga mendapat keluhan nelayan Sebatik yang sulit mendapatkan solar. Kendala ini menjadikan mereka tidak melaut dan tidak memiliki penghasilan. Dikonfirmasi atas persoalan ini, Kepala Bagian Ekonomi Setkab Nunukan, Mukhtar menampik adanya kelangkaan bahan bakar minyak jenis solar tersebut. ˜’Kalau solar kuota tetap sama dan distribusi normal. Dan tidak semua orang berhak menerima BBM subsidi. Kalau masyarakat kan semua maunya terlayani, tidak bisa seperti itu,” kata Mukhtar. Sementara untuk persoalan LPG subsidi, Muktar mengatakan kebijakan melampirkan SKTM merupakan solusi jitu. ˜’Cuma masalahnya dropping dari Balikpapan ke Tarakan itu sering lambat dan jumlahnya berkurang. Kita tidak tahu kenapa, dan ini terjadi hampir sebulan” katanya. Pemkab Nunukan juga sudah mempertanyakan perihal tersebut, sayangnya dari PT.Pertamina belum memberikan jawaban yang memuaskan. ˜’Kita sudah tanyakan tapi responnya belum sampai ke kita. Saya fikir mungkin karena Ramadan jadi berebut daerah lain mendapat LPG subsidi itu,” katanya. Reporter : Viqor

Baca Juga :  Isi Kekosongan Jabatan, Bupati Wempi Lantik 2 Pejabat Tinggi Pratama

Berita Terkait

Pj. Wali Kota Tarakan, Dr. Bustan, S.E., M.Si., Hadiri Senam Sehat dan Pemeriksaan Kesehatan dalam Peringatan HUT PWRI ke-62
Sekda Malinau Dr. Ernes Silvanus Resmi Menutup Turnamen Sepak Bola Bupati Malinau Cup 2024
KPU Malinau: Bakal Paslon Pilkada 2024 Harus Sesuaikan Visi-Misi dengan RPJPD
Pemda Malinau Dukung Penuh Survei Penilaian Integritas KPK 2024
Bupati Malinau Wempi W Mawa Hadiri Upacara Penutupan Pendidikan, Pelantikan, dan Pengambilan Sumpah Bintara Polri Gelombang I Tahun Anggaran 2024
Pemkab Gelar LCCM, Diikuti 13 Sekolah SMP Se-Kabupaten Malinau
Pj. Wali Kota Tarakan Hadiri Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Green Camp di SMP Negeri 9 Tarakan
Tarkam Kabupaten Malinau Sukses, Kemenpora RI Berikan Apresiasi

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juli 2024 - 00:58 WITA

Pj. Wali Kota Tarakan, Dr. Bustan, S.E., M.Si., Hadiri Senam Sehat dan Pemeriksaan Kesehatan dalam Peringatan HUT PWRI ke-62

Sabtu, 20 Juli 2024 - 00:46 WITA

Sekda Malinau Dr. Ernes Silvanus Resmi Menutup Turnamen Sepak Bola Bupati Malinau Cup 2024

Rabu, 17 Juli 2024 - 13:15 WITA

Pemda Malinau Dukung Penuh Survei Penilaian Integritas KPK 2024

Kamis, 11 Juli 2024 - 16:14 WITA

Bupati Malinau Wempi W Mawa Hadiri Upacara Penutupan Pendidikan, Pelantikan, dan Pengambilan Sumpah Bintara Polri Gelombang I Tahun Anggaran 2024

Kamis, 27 Juni 2024 - 20:48 WITA

Pemkab Gelar LCCM, Diikuti 13 Sekolah SMP Se-Kabupaten Malinau

Berita Terbaru

Internasional

Polisi Diserang di Paris Menjelang Olimpiade 2024

Sabtu, 20 Jul 2024 - 01:14 WITA