Ramai Video Anak 14 Tahun Dihakimi Massa Akibat Mencuri Motor, Sempat Pingsan Dan Berakhir Damai

- Jurnalis

Jumat, 30 Juni 2023 - 23:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM“ Masyarakat Nunukan, Kalimantan Utara, tengah menyorot kasus penganiayaan terhadap remaja laki laki berusia 14 tahun yang tersebar di aplikasi perpesanan instan WhatsApp. Dalam video berdurasi 58 detik tersebut, kondisi bocah terkulai lemah dan pingsan. Bagian wajahnya babak belur, penuh memar akibat pukulan. Ramai masyarakat mengatakan, bahwa anak tersebut dikeroyok massa akibat melakukan pencurian motor. Kasat Reskrim Polres Nunukan, Iptu Lusgi Simanungkalit, mengatakan, si bocah memang melakukan pencurian motor, hanya saja, tidak ada kasus pengeroyokan, sebagaimana yang sedang ramai diperbincangkan. “Kejadian pada Kamis 29 Juni 2023, di daerah Sedadap, Nunukan Selatan. Itu bukan dikeroyok, si anak ini dipukuli oleh pemilik motor yang ia curi. Datanglah masyarakat ramai dan menanyakan kenapa memukuli anak kecil. Makanya banyak warga berkerumun dalam video tersebut,” ujarnya, dikonfirmasi, Jumat (30/6/2023). Lusgi mengatakan, kondisi si anak, memang harus mendapat perawatan medis, akibat luka-luka yang dideritanya. Bahkan, bagian lehernya seakan mengalami trauma akibat benturan/pemukulan, sehingga butuh pemeriksaan medis lebih menyeluruh. “Saat ini masih dalam perawatan medis. Sempat disarankan dirujuk ke RS Tarakan, tapi info terakhir yang kami dapat, kondisinya mulai membaik,’ ‘jelasnya. Lusgi mengungkapkan, korban yang berusia 14 tahun ini, awalnya dibonceng temannya yang berusia 17 tahun, menggunakan motor xeon milik tetangganya yang ia pinjam. Saat melihat sebuah motor Revo terparkir di halaman tanpa pemilik, terbersit rencana untuk mencuri motor tersebut. “Temannya yang 17 tahun, menunggunya di dekat APMS Nunukan Selatan. Sementara yang 14 tahun mencuri motor Revo yang terparkir dan tidak ada tanda keberadaan pemilik,” kata Lusgi. Berhasil mencuri motor, keduanya lalu menggunakannya untuk berjalan jalan. Masing masing mengendarai motor. Pemilik motor yang tak mendapati motornya di halaman, lalu meminjam motor temannya, dan menjelajahi sejumlah tempat untuk melakukan pencarian. Usahanya pun membuahkan hasil. Ia melihat motor Revo hitam miliknya sedang dikendarai oleh anak ABG. “Dia berhentikan itu anak dengan paksa. Mungkin karena terlalu emosi, sehingga ia melampiaskan kekesalannya dengan memukuli si anak,” lanjutnya. Kasus ini pun akhirnya dimediasi oleh Polres Nunukan. dan berakhir secara kekeluargaan. Keluarga anak yang dipukuli tidak ingin kasus ini berlanjut dan hanya berharap agar seluruh biaya pengobatan, ditanggung keluarga pemilik motor. “Sebenarnya ini kasus pidana anak. Terjadilah kesepakatan kedua belah pihak yang sama-sama nerimo. Keluarga yang memukul bersedia menanggung semua biaya pengobatan, dan keluarga anak yang dipukuli tidak ingin memperpanjang kasusnya,” kata Lusgi. Lusgi mengimbau para orang tua, agar mengawasi dan mendampingi tumbuh kembang anaknya, dan meminta agar memperhatikan lingkungan gaulnya. Di zaman serba canggih, pengaruh gadget dan pergaulan, harus diiringi pola pikir dan pola asuh yang bijak agar anak tidak terjerumus dalam pergaulan bebas dan merugikan diri sendiri di kemudian hari. “Namanya anak, akan gampang hanyut dalam pergaulan. Kalau tidak mendapat perhatian serius dari orang tua, dia akan melakukan hal diluar kewajaran sebagai pelampiasan rasa kecewa dan keinginan diperhatikan,” kata Lusgi. (Viq)

Baca Juga :  Bupati Malinau Pimpin Apel Gabungan Korpri Spesial Lebaran

Berita Terkait

Polisi Diserang di Paris Menjelang Olimpiade 2024
Pj. Wali Kota Tarakan, Dr. Bustan, S.E., M.Si., Hadiri Senam Sehat dan Pemeriksaan Kesehatan dalam Peringatan HUT PWRI ke-62
Sekda Malinau Dr. Ernes Silvanus Resmi Menutup Turnamen Sepak Bola Bupati Malinau Cup 2024
KPU Malinau: Bakal Paslon Pilkada 2024 Harus Sesuaikan Visi-Misi dengan RPJPD
Pemda Malinau Dukung Penuh Survei Penilaian Integritas KPK 2024
Bupati Malinau Wempi W Mawa Hadiri Upacara Penutupan Pendidikan, Pelantikan, dan Pengambilan Sumpah Bintara Polri Gelombang I Tahun Anggaran 2024
Rincian Duit Rp 44,2 M dan USD 30 Ribu Hasil SYL Peras Anak Buah di Kementan
Pemkab Gelar LCCM, Diikuti 13 Sekolah SMP Se-Kabupaten Malinau

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juli 2024 - 01:14 WITA

Polisi Diserang di Paris Menjelang Olimpiade 2024

Sabtu, 20 Juli 2024 - 00:58 WITA

Pj. Wali Kota Tarakan, Dr. Bustan, S.E., M.Si., Hadiri Senam Sehat dan Pemeriksaan Kesehatan dalam Peringatan HUT PWRI ke-62

Sabtu, 20 Juli 2024 - 00:46 WITA

Sekda Malinau Dr. Ernes Silvanus Resmi Menutup Turnamen Sepak Bola Bupati Malinau Cup 2024

Rabu, 17 Juli 2024 - 13:15 WITA

Pemda Malinau Dukung Penuh Survei Penilaian Integritas KPK 2024

Kamis, 11 Juli 2024 - 16:14 WITA

Bupati Malinau Wempi W Mawa Hadiri Upacara Penutupan Pendidikan, Pelantikan, dan Pengambilan Sumpah Bintara Polri Gelombang I Tahun Anggaran 2024

Berita Terbaru

Internasional

Polisi Diserang di Paris Menjelang Olimpiade 2024

Sabtu, 20 Jul 2024 - 01:14 WITA